.

Wednesday, 22 April 2026

Backpacker-an ke Negeri Jiran

Bismillah
 Assalamualaikum
Hello guys..

Sudah lama sekali ya tidak update di grup ini. Rasanya terakhir itu pas zamannya pengangguran deh, dan sekarang Alhamdulillah udah bekerja di perantauan, kota Batam. 

Nah, dikarenakan Batam ini dekat dengan negeri jiran dan Singapore, maka tidak banyak orang sini yang pada 'mejeng' ke sana, dari sekedar jalan-jalan, pengisi konten hingga pekerjaan. 

Jadi, aku dengan ex-rekan kerja berinisiatif deh pengen liburan ke negeri Jiran, Malaysia. Lalu kami berbagi tugas deh, dia yang bagian finance alias yang mengurusi keuangan, hitung-hitung modal dan biaya yang akan dipersiapkan. Untuk aku, mengurusi bagian travelling planner. Jadi untuk bagian perencanaan jalan-jalan, kemana-kemana pas disana itu adalah bagianku.. Itulah namanya team work meskipun udah ex di 1 perusahaan.

Setelah buka google maps, tarik ulur jarak dan waktu tempuh, aku pun sudah membuatnya dengan sedemikian rupa. Untuk yang mau ikut, bisa dilihat pada gambar ini:


Oke ? Berikut adalah kisah detilnya..

Sabtu, 25 Januari 2025

Kami jumpa tengah di pelabuhan Batam centre. Karena kami akan bepergian melalui kapal untuk menekan jumlah biaya yang dikeluarkan. Kami memilih keberangkatan sore karena yang siang udah abis, kami memesan untuk jam 5 sore.

 


Setelah menempuh perjalanan selama 2 jam lebih, kami tiba di Stulang laut, Johor, Malaysia. Tepatnya sekitar jam 7 malaman. Kami melewati imigrasi dan stempel perdana di paspor untuk tujuan Malaysia.

 


Melihat keindahan SG dari kejauhan serta rapinya kota Johor menjadikan pikiran lebih semangat untuk menjelajah. Setelah dari pelabuhan, saya sempatkan sholat di mesjid yang bersebelahan dengan pelabuhan dan kami melanjutkan perjalanan ke 7-11 terdekat untuk membeli minum, karena air adalah hal utama setelah makan.

Setelah dari 7-11 kami langsung bergegas ke JB sentral untuk mencari bus guna menuju ke Larkin Sentral. Kami berjalan-jalan kaki dari Stulang laut, 7-11 hingga ke JB sentral sembari menikmati malam minggu perdana di Malaysia. Untungnya kami mendapatkan bus ke Larkin, meskipun awalnya sempat ketinggalan, eh ternyata masih ada. Langsung gas..



Dan kami pun tiba di Larkin sentral, tempat persinggahan untuk melanjutkan perjalanan ke ibukota, Kuala Lumpur. 







Minggu, 26 Januari 2025
Wah ternyata udah minggu saja nih, diluar ekspektasi sih, yang kiranya sampai ke Bandar Tasek Selatan (TBS) pada subuh ternyata di jam 2 malam. Waduh, mana disana ramai lagi, alhasil ga ada tempat untuk melepas kantuk dan charge ponsel deh. 


Dikarenakan masih lama untuk subuh, maka kami memutuskan untuk mencari lokasi selanjutnya sesuai schedule yaitu mesjid Zaid bin Thabit, cukup jalan kaki tibalah dilokasi tersebut. Dan setelah sampai, ternyata rame juga orang disana yang tidur, kami pun mencoba ikut tidur deh sambil menunggu subuh..

Dan setelah subuh, ternyata ada pengajian di mesjid tersebut namun di cancel karena ustad tidak hadir, namun ternyata ada sarapannya dong. Alhamdulillah, jadi kami ga perlu repot-repot mencari tempat sarapan deh. Dengan sebungkus nasi lemak + teh tarik refill-able, nikmat bener. Ditambah kami juga boleh mandi di mesjid tersebut loh, Ini baru namanya mesjid. Terbaik,,, kalau kata boboiboy.. hiihihi... Berkemas kemas, stel cakep dan berangkat... ke TBS untuk naik kereta api menuju tempat wisata pertama yaitu Batu Caves...


Untungnya kawan punya visa card, jadi bisa beli tiket untuk tujuan Caves. Pertama kali naik kereta api di KL rasanya waw banget. Bisa melihat pemandangan dari ujung ke ujung, karena FYI stasiun Caves itu berada diujung loh, jadi bisa menimati perjalanan lebih lama deh.

Tiba di Batu Caves, langsung disuguhi cuaca mendung, keramaian dan patung hanoman. Langsung deh kami foto-foto dahulu sebelum hujan..

Pas udah rintik-rintik, kami penasaran dengan tangga warna warni di belakang kami, itu tinggi sekali, itu kemana ya, ada apa diatas? Langsung deh kami gas ke atas.. Tangga nya warna-warni, estimasi per baris per warna adalah 16 anak tangga kalau saya ga lupa, hehe..
Tiba diatas, hujan mengguyur kami. Pemandangan langsung tampak berkabut dan basah. Namun petualangan kami belum berakhir dan masih terus mengeksplor negeri jiran ini. 
Puncaknya Caves


Perjalanan Caves kami akhiri dengan menuruni kembali ratusan anak tangga dan belanja cemilan warga sekitar, Panipuri. Rasanya rempah banget guys.. Kalian boleh cobain deh, halal.










Lepas dari Caves kami bertolak ke pusat kota, kami singgah ke Mydin, tempat yang kata kawan ini pusat oleh-oleh di KL. Tapi setelah saya kesana, rasanya harga masih wow.. Mungkin karena Rp kita ya begitulah yekan...

Beranjak dari Mydin, kami mencari makan siang di sekitar, dekat kampung india, kami mendapati penjual orang asli Indonesia, saya lupa tepatnya. Dan saya zuhur di mesjid India. Jamak sekalian dengan ashar, karena kami adalah musafir sekaligus traveller.
Hujan sekaligus memikul buah tangan
Hujan sekaligus memikul buah tangan


Lalu, kami ingin singgah ke taman raya KL dengan berjalan kaki untuk menghemat ringgit, namun pas tiba sampai sana tidak sesuai ekspektasi, ternyata taman ini luas sekaliii, ga memungkinkan kami untuk keliling dengan berjalan, mengingat bawa buah tangan yang berat dan cuaca. 
Setelah berpikir 2x, kami memutuskan untuk naik Grab ke gedung tertinggi se-Asean, yaitu menara KL118. Engga lama kami disana, hanya ingin melihat arsitektur dan ketinggian dari gedung ini langsung aja.

Lepas dari gedung tertinggi ini, kami ke iconnya Malaysia, apalagi kalau bukan menara kembar Petronas. Kami naik MRT dari stasiun terdekat ke KLCC. Dan berjalan kaki kembali ke Menara sambil menenteng beratnya buah tangan. BTW, di KL lumayan banyak yang naik Alphard. Tajir lah, kalau kata sepupu ane, disana mobil lebih murah dari motor. Pantesan banyak mobil daripada motor.


Kami menikmati keindahan dan keramaian KLCC dari sore hingga menjelang magrib, dan kembali ke stasiun tadi untuk back to pusatnya stasiun dan terminal.

Setelah lelah dan asyik keliling, kami kembali ke TBS, dan singgah kembali ke mesjid  Zaid untuk ibadah sekaligus numpang mandi hehe.. Setelah berkemas, solat magrib jamak Isya, dan langsung cus ke TBS untuk cari bus yang akan kami tumpangi untuk ke Hat Yai, Thailand !!

Ada beberapa rute yang tidak sesuai dengan planning yang sudah dibuat dikarenakan faktor waktu dan kondisi seperti  Bukit bintang food street & Dataran merdeka.

Ya, after ini kami akan ke HatYai Thailand... Gimana kisah nya di negeri sebelah?
Jika postingan ini rame, ane akan lanjut ngetik sih. kalau sepi, ya mungkin alakadarnya aja wkwkwk
Sekian dan sampai jumpa Malaysia, i'll go to Thailand...



Friday, 7 February 2020

Senangnya Menginap di OYO 727 Merlion Hotel

Malam kamis identik dengan malam minggu yang kedua. Malam kamis tidak kalah sepi dengan malam minggu. Oleh karena itu, pada malam kamis tanggal 23 Oktober 2019 saya pilih menginap, tentunya menginap di OYO Hotels. Aku pun mulai searching hotel mana yang bagus dan strategis. Dan ketemu deh OYO 727 Merlion Hotel. Kenapa aku memilih menginap di OYO 727 Merlion Hotel ini? Karena posisinya strategis banget. Berada di jalan gagak hitam, Medan. Dan posisinya dekat banget dengan mall RCW (Ringroad Citywalks). Tinggal mengintip dari jendela kamar udah nampak megahnya mall RCW.
Jendela Luas


Pada waktu itu, harga kamar di OYO 727 Merlion Hotel adalah Rp.217.000 untuk yang standard double. Pas kali timing dan harganya, karena disaat sebelum memilih untuk menginap di OYO 727 Merlion Hotel, aku melihat instaStory OYO Indonesia yang mengupload kode promo diskon 200ribu rupiah dengan minimal tagihan 201ribu yaitu 'OYOWISOKTOITB'. AMAZING !! Alhasil, aku hanya bayar Rp.17.000 lagi deh ke CS nya. 
Cermin Lebar

Aku pun berangkat dari rumah ke OYO 727 Merlion Hotel menggunakan bus antarkota. Dan, setelah sampai aku disambut CS yang cakep orangnya, hehehe.. Bayar dan deposit 100ribu. Setelah itu, diberi deh kartu untuk masuk kamar yang dipesan. Tok-tok-tok, akupun masuk ke kamar dan waw, diluar ekspektasi saya kamar OYO 727 Merlion Hotel ini. Jendelanya lebar, kamarnya wangi, AC nya dingin dan ada pemisah antara WC dengan shower, cermin nya juga lebar dan TV nya jernih. Design kamarnya kece deh. Saatnya tidur sejenak.... :^)



Waktu menjelang malam kamis, aku pun bergerak keluar dari kamar untuk mencari hiburan dan mencuci mata. Aku jalan ke Focal Point, mall yang gak jauh dari OYO 727 Merlion Hotel, namun mall nya tidak ramai. Keliling-keliling bentar, lepas tuh cus lagi ke RCW. Disini bisa bersantai, walau solo traveling karena kalau mau tidur, OYO 727 Merlion Hotel dekat kok dengannya. Waktu cepat berlalu dan akupun kembali ke OYO 727 Merlion Hotel untuk bersantai di kamar. Sambil melihat keluar karena jendela nya yang lebar. Jam terus bergerak, hingga aku ngantuk dan saatnya tidur, tidak lupa mandi air hangat dulu sebelum itu biar nyenyak. Hehehe...
RCW

Itulah pengalaman indahnya aku menginap di OYO 727 Merlion Hotel Medan. Dekat dengan mall, fasilitas kamar mantap, CS nya cakep :D namun yang menjadi kekurangan disini adalah lift nya yang belum berfungsi sehingga sedikit mengganggu pemandangan karena kemarin masih perbaikan. Semoga bisa menginap disini kembali dan semoga lift nya udah berfungsi dan semogaaa aaa aaaaaa aa, OYO memberi promo seperti itu lagi. Diskon 200rb coy, untuk semua kamar favorit kita. Terbaik.
Tak lupa, saya mengabadikan momen menginap saya di youtube channel saya. 
Selain di Medan, saya juga ingin mencoba untuk staycation di kota Bukittinggi. Karena planning saya untuk tahun ini yaitu salah satunya ingin menyinggahi kembali kota ini. Cuz, i love the panorama :)



Follow Guys



Wednesday, 13 November 2019

OYO 471 Taj Residence Syariah | Rumah Megah Disulap Jadi Penginapan ?

Assalamualaikum guys, sudah lama sekali ya saya tidak menulis blog lagi. Ya, sebenarnya saya lebih suka video blog ketimbang blog umum seperti ini. Kali ini saya ingin menceritakan pengalaman saya dengan paman saya menginap di Rumah Megah di Medan. "WOW... Rumah siapa tuh?" "Saudaramu tenar ?"  Tenang-tenang guys. Ini bukan rumah saudara, kenalan atau semacam itu. Ini merupakan rumah megah yang dijadikan tempat penginapan oleh OYO Hotels Indonesia. Apa namanya ??? Nama tempatnya adalah OYO 471 Taj Residence Syariah. Salah satu dari puluhan Hotel Medan yang dikelola oleh OYO. Dan mendapatkan bintang 4 dari saya sendiri.


OYO Taj Residence Syariah ini terletak di Jl. Setia Budi, Gang Ampera, Sunggal, Medan. Kala pertama kali pengen kesini tuh saya bingung dimana penginapan ini, karena berada dalam gang, bukan di jalan besar. Ternyata setelah dilihat, ada plat OYO gitu yang menunjukkan jalan kedalam. Langsung mengikuti petunjuk dan.... Wih, ini dia? Besar dan megah.. Dalam hati berkata, pengen aku memiliki rumah seperti ini. Wkwkwkk.. Dan kami pun check-in dan deposit senilai 100 ribu. Setelah itu, kami dikasih kunci kamarnya. Tak lupa saya menanyakan password wifi, wkwk.. kebiasaan tuch :) Dan kami pun bergerak untuk masuk ke kamar.

Selain megah dari luar, ternyata di dalam juga tak kalah bagusnya. Didalam tersedia musholla, dispenser untuk refill, tangga nya instagrammable dan yang bikin speechless nya ternyata ada taman di dalamnya. Iya, taman untuk nongkrong gitu. Ada juga kolam ikannya. Kami pun mulai membuka pintu kamar, dan wow.. Kamarnya lumayan luas. TV nya besar jadi puas nonton, AC nya dingin banget, lemari main geser dan melirik ke kamar mandi nya, tersedia handuk yang wangi sekali. Ini kamar yang mantul banget untuk harga PROMO. Ya, kemarin saya stay disini menggunakan promo dari OYO, yaitu "HARTAKARUNOYO", dapat tipe kamar yang mantul, yaitu Suite Double Room. Dengan kode ini, kemarin saya dapat memesan kamar seharga 17ribu yang normal nya itu 300 ribu-an. Emang promo OYO itu tiada habisnya :)

Menjelang sore, daripada di kamar melulu kami pun berfoto-foto sambil menyusuri tempat ini untuk mendapatkan spot foto yang instagrammable. Dan hasilnya memuaskan, berikut hasil foto-foto yang dapat diabadikan di Taj Residence Syariah.






Selain tempat yang bagus, OYO Taj Residence Syariah juga memiliki staff yang ramah loh, baik deh abang staff nya, terutama yang kami jumpai diawal sebelum check in. Merupakan penginapan yang recommended dengan budget yang murah di kota Medan. Tak lupa, sebagai orang yang suka video blogging saya mengabadikan momen tersebut dalam video di kanal youtube saya.


Akhir kata, jika saya mendapatkan voucher potongan 70% dari OYO Indonesia, saya ingin menginap di salah satu hotel OYO di Medan yang udah saya idamkan sejak dulu, yaitu OYO 293 Mutiara Hijau Suites Syariah. Mengapa saya memilih ingin menginap disini...?
1. Rating nya bagus. Mulai dari pelayanan staff dan kamar
2. Tersedia kolam renang, jadi bisa nyemplung deh, hehehe
3. Dekat dengan jalan raya, jadi mudah untuk kemana-mana
4. Lantainya sudah karpet, mirip hotel bintang 4-5 gitu deh :)
Semoga aja, dengan potongan 70% tersebut bisa dapat dan yang diidamkan dapat terkabul dan bisa menambah konten video youtube saya dalam review hotel-hotel di Indonesia terutama di Medan (yang dekat dulu) wkwk. Sekian deh pengalaman saya menginap di Taj residence syariah Medan. Semoga dapat menjadi referensi bagi kalian yang ingin mencari penginapan murah di Medan. Oke guys??? Paten kan? See you later guys. Wassalamualaikum....

iklan

 

Copyright © Fajrul's Stories. All rights reserved. Template by CB Blogger & Templateism.com