Bismillah
Assalamualaikum
Hello guys..
Sudah lama sekali ya tidak update di grup ini. Rasanya terakhir itu pas zamannya pengangguran deh, dan sekarang Alhamdulillah udah bekerja di perantauan, kota Batam.
Nah, dikarenakan Batam ini dekat dengan negeri jiran dan Singapore, maka tidak banyak orang sini yang pada 'mejeng' ke sana, dari sekedar jalan-jalan, pengisi konten hingga pekerjaan.
Jadi, aku dengan ex-rekan kerja berinisiatif deh pengen liburan ke negeri Jiran, Malaysia. Lalu kami berbagi tugas deh, dia yang bagian finance alias yang mengurusi keuangan, hitung-hitung modal dan biaya yang akan dipersiapkan. Untuk aku, mengurusi bagian travelling planner. Jadi untuk bagian perencanaan jalan-jalan, kemana-kemana pas disana itu adalah bagianku.. Itulah namanya team work meskipun udah ex di 1 perusahaan.
Setelah buka google maps, tarik ulur jarak dan waktu tempuh, aku pun sudah membuatnya dengan sedemikian rupa. Untuk yang mau ikut, bisa dilihat pada gambar ini:
Oke ? Berikut adalah kisah detilnya..Sabtu, 25 Januari 2025
Kami jumpa tengah di pelabuhan Batam centre. Karena kami akan bepergian melalui kapal untuk menekan jumlah biaya yang dikeluarkan. Kami memilih keberangkatan sore karena yang siang udah abis, kami memesan untuk jam 5 sore.
Setelah menempuh perjalanan selama 2 jam lebih, kami tiba di Stulang laut, Johor, Malaysia. Tepatnya sekitar jam 7 malaman. Kami melewati imigrasi dan stempel perdana di paspor untuk tujuan Malaysia.
Melihat keindahan SG dari kejauhan serta rapinya kota Johor menjadikan pikiran lebih semangat untuk menjelajah. Setelah dari pelabuhan, saya sempatkan sholat di mesjid yang bersebelahan dengan pelabuhan dan kami melanjutkan perjalanan ke 7-11 terdekat untuk membeli minum, karena air adalah hal utama setelah makan.
Setelah dari 7-11 kami langsung bergegas ke JB sentral untuk mencari bus guna menuju ke Larkin Sentral. Kami berjalan-jalan kaki dari Stulang laut, 7-11 hingga ke JB sentral sembari menikmati malam minggu perdana di Malaysia. Untungnya kami mendapatkan bus ke Larkin, meskipun awalnya sempat ketinggalan, eh ternyata masih ada. Langsung gas..
Dan kami pun tiba di Larkin sentral, tempat persinggahan untuk melanjutkan perjalanan ke ibukota, Kuala Lumpur.
Minggu, 26 Januari 2025
Wah ternyata udah minggu saja nih, diluar ekspektasi sih, yang kiranya sampai ke Bandar Tasek Selatan (TBS) pada subuh ternyata di jam 2 malam. Waduh, mana disana ramai lagi, alhasil ga ada tempat untuk melepas kantuk dan charge ponsel deh.
Dikarenakan masih lama untuk subuh, maka kami memutuskan untuk mencari lokasi selanjutnya sesuai schedule yaitu mesjid Zaid bin Thabit, cukup jalan kaki tibalah dilokasi tersebut. Dan setelah sampai, ternyata rame juga orang disana yang tidur, kami pun mencoba ikut tidur deh sambil menunggu subuh..
Dan setelah subuh, ternyata ada pengajian di mesjid tersebut namun di cancel karena ustad tidak hadir, namun ternyata ada sarapannya dong. Alhamdulillah, jadi kami ga perlu repot-repot mencari tempat sarapan deh. Dengan sebungkus nasi lemak + teh tarik refill-able, nikmat bener. Ditambah kami juga boleh mandi di mesjid tersebut loh, Ini baru namanya mesjid. Terbaik,,, kalau kata boboiboy.. hiihihi... Berkemas kemas, stel cakep dan berangkat... ke TBS untuk naik kereta api menuju tempat wisata pertama yaitu Batu Caves...
Untungnya kawan punya visa card, jadi bisa beli tiket untuk tujuan Caves. Pertama kali naik kereta api di KL rasanya waw banget. Bisa melihat pemandangan dari ujung ke ujung, karena FYI stasiun Caves itu berada diujung loh, jadi bisa menimati perjalanan lebih lama deh.
Tiba di Batu Caves, langsung disuguhi cuaca mendung, keramaian dan patung hanoman. Langsung deh kami foto-foto dahulu sebelum hujan..
Pas udah rintik-rintik, kami penasaran dengan tangga warna warni di belakang kami, itu tinggi sekali, itu kemana ya, ada apa diatas? Langsung deh kami gas ke atas.. Tangga nya warna-warni, estimasi per baris per warna adalah 16 anak tangga kalau saya ga lupa, hehe..
Tiba diatas, hujan mengguyur kami. Pemandangan langsung tampak berkabut dan basah. Namun petualangan kami belum berakhir dan masih terus mengeksplor negeri jiran ini.
 |
| Puncaknya Caves |
Perjalanan Caves kami akhiri dengan menuruni kembali ratusan anak tangga dan belanja cemilan warga sekitar, Panipuri. Rasanya rempah banget guys.. Kalian boleh cobain deh, halal.
Lepas dari Caves kami bertolak ke pusat kota, kami singgah ke Mydin, tempat yang kata kawan ini pusat oleh-oleh di KL. Tapi setelah saya kesana, rasanya harga masih wow.. Mungkin karena Rp kita ya begitulah yekan...
Beranjak dari Mydin, kami mencari makan siang di sekitar, dekat kampung india, kami mendapati penjual orang asli Indonesia, saya lupa tepatnya. Dan saya zuhur di mesjid India. Jamak sekalian dengan ashar, karena kami adalah musafir sekaligus traveller.
 |
Hujan sekaligus memikul buah tangan
|
Lalu, kami ingin singgah ke taman raya KL dengan berjalan kaki untuk menghemat ringgit, namun pas tiba sampai sana tidak sesuai ekspektasi, ternyata taman ini luas sekaliii, ga memungkinkan kami untuk keliling dengan berjalan, mengingat bawa buah tangan yang berat dan cuaca.
Setelah berpikir 2x, kami memutuskan untuk naik Grab ke gedung tertinggi se-Asean, yaitu menara KL118. Engga lama kami disana, hanya ingin melihat arsitektur dan ketinggian dari gedung ini langsung aja.
Lepas dari gedung tertinggi ini, kami ke iconnya Malaysia, apalagi kalau bukan menara kembar Petronas. Kami naik MRT dari stasiun terdekat ke KLCC. Dan berjalan kaki kembali ke Menara sambil menenteng beratnya buah tangan. BTW, di KL lumayan banyak yang naik Alphard. Tajir lah, kalau kata sepupu ane, disana mobil lebih murah dari motor. Pantesan banyak mobil daripada motor.
Kami menikmati keindahan dan keramaian KLCC dari sore hingga menjelang magrib, dan kembali ke stasiun tadi untuk back to pusatnya stasiun dan terminal.
Setelah lelah dan asyik keliling, kami kembali ke TBS, dan singgah kembali ke mesjid Zaid untuk ibadah sekaligus numpang mandi hehe.. Setelah berkemas, solat magrib jamak Isya, dan langsung cus ke TBS untuk cari bus yang akan kami tumpangi untuk ke Hat Yai, Thailand !!
Ada beberapa rute yang tidak sesuai dengan planning yang sudah dibuat dikarenakan faktor waktu dan kondisi seperti Bukit bintang food street & Dataran merdeka.
Ya, after ini kami akan ke HatYai Thailand... Gimana kisah nya di negeri sebelah?
Jika postingan ini rame, ane akan lanjut ngetik sih. kalau sepi, ya mungkin alakadarnya aja wkwkwk
Sekian dan sampai jumpa Malaysia, i'll go to Thailand...